Cara Berinvestasi Saham Bagi Pemula

Berinvestasi kini menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan keuntungan bagi sebagian orang. Dengan menginvestasikan sejumlah uangnya mereka berharap untuk mendapatkan keuntungan lebih. Ada beberapa investasi yang marak dicoba. Mulai dari saham, deposito, obligasi, hingga emas dan juga properti.

Untuk pemula, salah satu jenis investasi yang layak untuk dicoba adalah investasi saham. Apa itu saham? Saham adalah sebuah bukti kepemilikan dari penyertaan modal kepada sebuah perusahaan. Dengan memiliki saham, kita berhak mendapat pembagian keuntungan dari badan usaha yang kita tanami modal. 

Ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan apabila kita berinvestasi saham. Keuntungan berinvestasi saham tersebut antara lain:

  • Dividen

Dengan melakukan investasi saham, kita berhak atas dividen. Dividen adalah pembagian keuntungan yang dilakukan oleh perusahaan yang kita beli sahamnya.

  • Capital gain

Kita bisa menjual kembali saham yang kita punya untuk mendapatkan capital gain. Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga saham yang kita jual dengan harga waktu kita membelinya. 

Selain menguntungkan, berinvestasi saham juga mempunyai resiko yang harus diwaspadai. Apa saja resiko dari investasi saham?

  • Capital loss

Kebalikan dari capital gain, capital loss adalah ketika saham yang kita jual harganya lebih rendah dibandingkan dengan ketika kita membeli saham tersebut.

  • Likuidasi

Ketika perusahaan yang kita beli sahamnya mengalami kebangkrutan, bisa terjadi likuidasi bahkan pembubaran yang membuat saham yang kita miliki jadi tidak ada nilainya sama sekali.

Setelah memutuskan untuk berinvestasi saham, ada beberapa cara untuk memulai investasi tersebut. Bagaimana cara memulai berinvestasi saham terutama untuk kita yang pemula? Yuk kita simak cara berinvestasi saham bagi pemula.

Cara berinvestasi saham bagi pemula

  • Pilih perusahaan sekuritas terbaik

Sebelum memutuskan membeli saham, tentukan dulu di perusahaan sekuritas mana kita akan membeli saham tersebut. Perusahaan sekuritas adalah badan usaha yang diberi oleh ijin oleh OJK untuk menjadi perantara jual beli pada perdagangan efek dan semua yang berhubungan dengan pasar efek dengan tetap mematuhi aturan dari pengawas pasar modal. 

Carilah perusahaan sekuritas dengan biaya transaksi terkecil untuk memaksimalkan keuntunganmu dalam berinvestasi saham.

  • Membuka rekening di perusahaan sekuritas

Setelah memilih perusahaan sekuritas terbaik, bukalah rekening efek di perusahaan sekuritas tersebut untuk memulai investasi saham. Rekening tersebut nantinya akan kita gunakan untuk bertransaksi saham. 

Ada beberapa syarat yang harus kita lengkapi untuk membuka rekening efek atau rekening dana nasabah (RDN). Syarat yang harus kita lengkapi antara lain:

  • Identitas diri

Untuk warga negara Indonesia  kartu identitas yang disertakan adalah KTP sedangkan untuk warga Negara asing harus melampirkan paspor dan kitas. 

  • NPWP

Untuk membuka rekening harus melampirkan NPWP. Untuk yang dibawah umur bisa melampirkan NPWP dari orangtua dan bila yang akan membuka rekening adalah ibu rumah tangga, bisa melampirkan NPWP dari suami sebagai syarat. 

  • Fotokopi bagian depan dari buku tabungan
  • materai 

semua syarat itu dilampirkan bersama formulir pendaftaran yang harus diisi dengan lengkap sebagai syarat untuk pembukaan rekening. Setelah melengkapi syarat dan mengisi formulir, kita bisa menyetor deposit awal untuk memulai bertransaksi. Besaran setoran di tiap perusahaan sekuritas berbeda-beda. Biasanya minimal setoran awal pada perusahaan sekuritas adalah Rp. 100.000.

  • download aplikasi perusahaan sekuritas

setelah menyelesaikan semua syarat pembukaan rekening, kita akan diberi hak akses untuk mulai bertransaksi. Download aplikasi dari perusahaan tersebut dan login dengan user ID, Password dan juga Pin yang sudah diberikan untuk memulai transaksi.

  • Mulai transaksimu

Dengan deposit yang kamu miliki, kamu sudah bisa mulai bertransaksi untuk membeli saham yang kamu inginkan. Dalam pembelian saham, minimal yang harus kita beli adalah 1 lot atau 100 lembar. Jadi biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli saham adalah harga dikali seratus dan ditambah dengan biaya transaksi yang sudah ditentukan oleh perusahaan sekuritas. 

Sebagai pemula kita harus lebih teliti dan berhati-hati dalam bertransaksi saham agar tidak mengalami kerugian. Sebelum memilih saham untuk dibeli, pastikan dulu kamu sudah membaca laporan keuangan dari perusahaan yang sahamnya akan dibeli dan juga lihat tren perkembangan dari perusahaan tersebut. 

Untuk investasi jangka panjang, pilihlah saham dari perusahaan dengan reputasi dan track record yang baik untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal . 

  • Pantau pasar saham

Setelah memilih perusahaan terbaikmu dan membeli sahamnya, pantau secara berkala kondisi pasar saham dan juga kondisi perusahaan yang kamu pegang sahamnya. Dengan melihat tren di pasar saham, kita bisa memutuskan untuk menjual atau mempertahankan saham yang kita punya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik atau menghindari kerugian apabila kondisi perusahaan tersebut terus merosot. Dalam berinvestasi saham ini kita memang harus bersabar untuk mendapat keuntungan jangka panjang yang lebih maksimal. Jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan menjual saham yang sudah kita miliki hanya karena takut merugi. 

Itulah cara untuk berinvestasi saham bagi pemula. Pilihlah saham terbaikmu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Sharing is caring!